Nanimono

Awal nonton ini, jelas karena pemain-pemainnya yang lumayan laris sering wara-wiri di film en dorama Jepang… 😁

Semuanya, ada 5 tokoh.

Dari sinopsis sih, ceritanya tentang 5 orang yang sama-sama mencari kerja setelah lulus kuliah.

Kesannya, seperti cerita tentang pertemanan atau persahabatan gitu…

Tapi ternyata bukan, teman-teman…

Ini memang cerita tentang pertemanan, tapi bukan persahabatan… πŸ™„

Di awal cerita, dimulai dengan narasi salah satu tokoh. Yang mungkin, si tokoh paling utama.

Dengan memakai setelan jas hitam yang rapi, bisa ditebak kalo dia sedang ikut wawancara mencari kerja (bukan sedang berkabung, loh πŸ˜…).

Dia diundang ke pertunjukan klub band kampus, dimana teman sekamarnya-Kotaro akan tampil untuk terakhir kalinya di sana, karena sudah lulus en akan mencari kerja juga.

Si pembaca narasi ini bernama Takuto.

Dia tidak sendiri yang diundang. Ada juga Mizuki. Cewek manis yang juga datang dengan setelan jas hitamnya.

Ya, mereka adalah satu angkatan, yang sudah sama-sama lulus, en akan sama-sama mencari kerja.

Film ini, kek nya ada kerjasama dengan TWITTER.

Soale hampir di sepanjang cerita, tokoh-tokohnya berkutat dengan nulis-nulis status di Twitter…

Mizuki adalah ex-girlfriend nya Kotaro. Tapi mereka masih berteman baik…

Sedangkan Takuto, nampak bgt kalo cuma berani jadi secret admirer nya Mizuki… πŸ˜…

Alur filmnya kadang maju mundur. Memperlihatkan pertemanan Takuto, Kotaro, en Mizuki.

Takuto-diperankan Takeru Satoh. Dia tipe pendiam, ragu-ragu, en aq rasa, agak iri dengan Kotaro. Yeah, alasannya pasti karena Mizuki lebih milih Kotaro daripada dia πŸ˜…

Tapi, begitu tampil di klub drama, Takuto bisa jadi orang lain. Dia sangat percaya diri. Bahkan menulis sendiri naskah teaternya.

Tapi hidup dengan teater, rasanya gak menjanjikan untuk masa depan. Makanya setelah lulus, Takuto lebih memilih jalur kerja yang biasa dicari orang.

Bukan dunia teater…

Begitupun Kotaro-yang diperankan Masaki Suda.

Hidup jadi anak band, hanya keren di masa kuliah aja.

Untuk masa depan, Kotaro lebih milih seperti orang-orang pada umumnya, jadi karyawan kantoran.

Tapi seperti halnya anak band yang pandai mengajak penontonnya ikut bersorak, Kotaro pun pandai dalam bersosialisasi. Anaknya supel, en akrab dengan Takuto.

Tapi menurut q sih, Takuto sama sekali gak minat buat akrab dengan Kotaro πŸ˜…

Mizuki? Khas Kasumi Arimura. Wajah sendu, manis, ramah, pokoknya tipe anak baik di sekolah en di rumah… πŸ˜…

Awalnya aq B aja sama karakter Mizuki nie. Cuma jadi pelengkap???

Ternyata enggak juga. Di akhir-akhir, justru Mizuki lah yang paling bener dalam mencari kerja. Jelas dan punya tujuan.

Sedangkan yang lain???

Masih terngiang-ngiang dengan idealisme masa-masa kuliah. Yang pastinya gak berlaku sama sekali di dunia nyata πŸ˜…

Selama pencarian kerja, mereka ber-3 bertemu dengan Rika-diperankan Fumi Nikaido. Teman Mizuki saat jadi pertukaran pelajar di luar Jepang, yang kebetulan tinggal satu gedung di apartemen yang sama dengan Takuto & Kotaro.

Rika tinggal dengan pacarnya, Takayoshi-diperankan Masaki Okada. Yang sebenarnya sudah lulus kuliah juga. Tapi terlalu sok, gak mau cari kerja seperti yang lain.

Tipe cowok yang merasa paling bener se-dunia, en merasa idealisme-nya tentang ‘mencari kerja’, gak sesuai dengan jiwa-jiwa kebebasan manusia.

Hellowww Bambang, bangun woy!!! Loe udah gak kuliah lagi!!!!!!

Rika??? Ya, karena punya pacar kek gitu, 11 12 ajalah mereka.

Tipe cewek yang sok hebat, cuma karena pernah sekolah di luar negeri, en bisa cas cis cus bahasa English…

Ini Jepang, sis. Kalo di Indonesia, mungkin… 🀣

Mereka ber-5 kek saling mendukung untuk sama-sama berjuang mencari kerja.

Aparteman Rika yang jadi tempat ngumpul mereka. Alasannya cuma sederhana. Cuma supaya bisa nge-print surat lamaran kerja gratissssss…

Pada dasarnya, mereka cuma berteman karena butuh.

Di belakang, mereka saling menjelekkan.

Tapi inilah kenyataan pertemanan. Bahkan sesama sahabat pun, jika salah satu gak ngumpul, bakal dijadikan bahan ghibah..

REAL HUMAN…

πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

SPOILER!!!

Di antara semua karakter, mungkin Mizuki paling gak bunyi.

Tapi sekali bunyi, dialah yang paling becus dari semuanya.

Dia punya tujuan dalam mencari pekerjaan. Gak melihat orang lain, tapi hanya fokus pada tujuannya.

Dia juga realistis.

Mizuki yang awalnya pengen dapat kerja di perusahaan besar, akhirnya menurunkan standar-nya, demi cepat dapat kerja. Keadaan sih, q rasa.

Tapi akhirnya dia berhasil duluan.

Mizuki diterima di perusahaan yang meskipun gak besar, tapi gak kecil juga.

Kotaro tipe blak-blakan. Tapi di belakang doank.

Dia hobi menjelek-jelekkan Rika dan pacarnya. Karena dia memang ceplas-ceplos. Tapi hanya sebatas itu.

Pada dasarnya, dia gak terlalu memperdulikan orang lain. Hanya fokus dengan tujuannya mencari kerja.

Dan dia berhasil.

Sifat supel-nya sangat membantunya dalam mencari pekerjaan.

Tentu bukan pekerjaan yang dia impikan di awal. Tapi tetap pekerjaan yang bagus.

Bagaimana dengan Rika dan pacarnya?

Kadang kala, mereka yang sukses saat kuliah, kenyataannya justru sulit dapat kerja.

Ntahlah, WHY …

Tapi itu kenyataan…

Karena dalam dunia nyata, gak da teori en praktek yang bisa berjalan beriringan…

SO SAD…

Itulah yang dialami Rika…

Rika terlalu merasa lebih, mungkn karena memang sukses saat kuliah. Tapi percayalah, dunia kuliah itu berbeda dengan dunia nyata.

Hehe…

Pacarnya???

Apalagi ini…

Takayoshi nie tipe orang yang sok idealis tapi jelas-jelas cuma pecundang.

Idealismenya tentang ‘pekerjaan’, cuma sampe di mimpi doank.

Dah, gittu ajjah…

Tapi setidaknya, di akhir cerita, dia ngaku itu en mau berubah…

Gimana nasib si narator, Takuto?

Ternyata dialah pecundang sesungguhnya…

Bener-bener PLOT TWIST!!!

Takuto yang di awal film terkesan gak banyak bicara, ternyata sangat-sangat ceriwis di Twitter…

NANIMONO, atau bisa diartikan SOMEBODY, adalah akun Twitter Takuto yang lain…

Ternyata selama ini, Takuto diam-diam curhat atau lebih tepat-nya menjelek-jelekkan teman-temannya di akun Twitter ‘rahasia’nya.

Semua… Kecuali Mizuki lah ya, secara gebetan doi πŸ˜…

Takuto yang ingin mencari pekerjaan yang normal, sebenarnya masih berputar-putar di seputar idealisme masa kuliahnya.

Bahkan, dia menghina teman-temannya karena hal itu. Gak nyadar, kalo dia sebenarnya sama aja…

Takuto juga menghina teman-temannya yang berhasil. Lebih tepatnya, Takuto nie iri en dengki dengan keberhasilan orang lain…

Apakah teman-temannya tahu?

Ternyata mereka semua tahu… Kecuali pacarnya Rika.

Tapi Kotaro en Mizuki lebih memilih diam. Mungkin karena masih ada rasa ‘saling menjaga pertemanan’.

Padahal, jelas-jelas pertemanan mereka sudah rusak…

Rika yang gak tahan, akhirnya beberkan semua. Walopun pada akhirnya, Rika menyadari, dia gak da bedanya dengan Takuto,

Sombong, tapi omong kosong…

TEMAN…

Saat dihadapi dengan suatu pencapaian, apapun itu, pasti akan dihadapi dengan kenyataan persaingan…

Sekolah, gebetan, bekerja, menikah…

Seakrab apapun qt dengan teman qt, kenyataanya qt semua pasti menyimpan rasa iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain…

Pada akhirnya, tak ada lagi kata TEMAN…

Aq rasa, daripada cari kerja jadi karyawan kantoran, Takuto nie lebih cocok jadi penulis aja. Sama kek kerjaan dia pas kuliah, yang nulis naskah di klub drama…

Bla bla bla nya di Twitter, yang meskipun isinya cuma ghibahin orang lain, pada akhirnya, itu tetap kenyataan…

Meskipun begitu, apa yang didapat dari ghibah???

NOTHING!!!

Takuto tetaplah LOOSER sesungguhnya…

Hanya bisa melihat kesuksesan orang lain, daaannn…

Film pun berakhir…

Di dunia ini, ada 3 tipe orang mencari kerja…

Mereka yang seperti kebanyakan orang normal, mencari kerja demi melanjutkan hidup.

Apapun itu.

Mau pekerjaan sesuai dengan jurusan kuliah ataupun enggak, pokoknya yang penting dapat kerja en bisa menghasilkan uang tiap bulan…

Mereka yang terlalu idealis, tapi konsisten, dan berhasil (rekan Takuto di kuliah, yang memutuskan resign dan fokus mencari uang dari dunia teater)

Mereka yang di antara normal & idealis…

Pengennya bisa dapat pekerjaan yang meskipun gak sesuai idealisme mereka, gpp.

Tapi otaknya tetap penuh dengan impian-impian idealisme mereka.

Jadi gak maju-maju. Cuma muter-muter di situ aja.

Dan mereka tetap merasa kalo mereka paling benar.

Inilah yang dialami Takuto…

Merasa paling hebat, tapi kenyataannya juga paling gagal…

Nie film, sebenarnya pesannya bagus bgt. Cuma mungkin jalan ceritanya dibuat agak berat ya.

Endingnya???

Aq rasa, Takuto akhirnya menyadari, apa penyebab dia sulit dapat kerja…

😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s