The Miracle of The Namiya General Store

Sebenarnya aq udah lama nonton nie film. Film yang awalnya aq gak sengaja nemu, dan cuma tertarik karena poster filmnya.

Gambarnya agak kartun. Sebuah toko yang kalo dilihat, kek menyejukkan gitu. Plus judulnya, ‘miracle’… Sesuatu yang pasti menarik perhatian 😊

Well, nie film diangkat dari novel Jepang, berjudul Namiya Zakkaten no Kiseki.

Atau kalo english-nya, The Miracle of The Namiya General Store, karangan Keigo Higashino.

En ternyata, aq memang gak salah pilih. Coz nie film, bener-bener super duper BAGUUUSSS BGT!!! 😍😍😍

Tipe film yang sangat ‘Slice of Life’, tapi ditambah bumbu fantasy yang tetap terasa ‘hidup’ 😊

Tapi di sini aq gak pengen cerita tentang sinopsis-nya. Mungkin garis besar aja kali ya 😅 karena nie film sangat sayang bgt kalo gak ditonton langsung 😊

Recomended bgt-lah pokoke 😁👍👍👍

Nie film, sangat meninggalkan kesan bgt setelah q tonton. En setelah sekian tahun kemudian, aq baru tahu kalo nie film ada remake-nya, dari Tiongkok.

Padahal film versi Japan dibuat tahun 2017. En versi Tiongkok juga tayang di tahun yang sama, gak lama setelah versi Japan tayang.

Tapi koq aq baru tahu sekarang ya, kalo ada remake-nya? 😅 Bahkan di saat aq sudah lupa jalan cerita di versi Japan-nya 😅

Akhirnya aq berkesempatan nonton versi Tiongkok-nya. Yang meskipun ada perbedaan, tapi masih di jalur inti cerita.

Dan aq rasa, versi Tiongkok-nya tetap sukses sebagai versi remake 😊👍

Film-nya tetap disesuaikan dengan budaya masing-masing negara.

Dan karena film ini menceritakan tahun dari zaman jadol, qt bisa menikmati suasana di tahun-tahun dulu ala Japan dan Tiongkok 😊👍👍👍

Tapi kalo ditanya, mana yang lebih q suka???

Hehe, aq tetap memilih versi original, alias dari Japan 😊

Bukan karena versi Tiongkok gak bagus loch…

Hanya saja, untuk ‘jiwa’ cerita-nya, lebih ngena di versi Japan. Aq bahkan bisa berkali-kali meneteskan air mata saat menontonnya.

Dibandingkan dengan versi Tiongkok yang meskipun tetap sedih, tapi gak sampe bikin aq mewek 😅

Aq akan bahas sedikit pemain dan jalan ceritanya yak. Dan perbedaan film-nya, pastinya 😁

Aq gak bisa bahas novel-nya, karena belum pernah membacanya.

(Btw, aq jadi pengen bgt baca versi novel-nya. Ngumpul doit dulu, secara harga buku-nya lumayan mehong bo!!! 😅)

Okeh, langsung qt bahas aja yo 😊👍

Untuk versi Japan, dimainkan 3 tokoh utama, yang semuanya anak cowok. Yang aq rasa, mereka mungkin gak seumuran, tapi usia-nya gak jauh beda.

Diperankan aktor-aktor Japan yang sedap dipandang 🤣

Ryosuke Yamada, Nijiro Murakami, dan Kanichiro.

Sedangkan versi Tiongkok-nya, diperankan 2 cowok en 1 cewek.

Sepertinya sih, tu cewek-nya sengaja dijadikan tokoh. Supaya menarik penonton, secara diperankan Dilraba Dilmurat 😅

Sapa sich, cowok yang gak tahu nie aktris Tiongkok??? 😅 

Sedangkan 2 cowok pemeran lainnya, aq gak tahu sih mereka pernah main film apa.

Tapi di film ini, mereka sepertinya juga saling berbeda usia, meskipun juga gak jauh. Sama seperti versi Japan-nya.

Dan untuk si Mr Namiya, versi Japan-nya, aq gak tahu siapa. Tapi acting-nya sangat bagus untuk memerankan tokoh Bapak yang bijaksana, tapi juga sekaligus melankolis…

Dan untuk si Mr Namiya versi Tiongkok??? Wew, diperankan oleh Jackie Chan loch 😍

Tentu saja sich, acting-nya gak diragukan lagi lach yaaaaaa, dan hanya Jackie Chan yang peran-nya terasa hidup di film ini.

Lainnya? Tetap bagus acting-nya, tapi ya B aja. Sekalipun si aktris yang lagi naik daun, Dilraba Dilmurat 😅

Dari segi alur cerita, awal cerita masih sama. Tentang 3 anak yang melarikan diri dari rumah seseorang, dan gak sengaja nemu rumah kosong yang kemudian jadi tempat persembunyian mereka, Toko Kelontong Namiya…

Tapi selanjutnya, akan ada perbedaan jalan cerita kisah tokoh-tokohnya, meskipun ending-nya tetap sama.

Tahun dari cerita-nya pun berbeda.

Jika versi Japan, mengambil setting tahun 1980, 1988, dan 2012.

Sedangkan versi Tiongkok, mengambil setting tahun 1990, 1993, dan 2017.

Saat setting 80an di Japan, nuansa lingkungan dan perabotannya, terasa bgt zaman showa-nya.

Seperti nostalgia ke kampung halaman nenek 😅

Untuk versi Tiongkok, karena sudah tahun 90an, nuansanya terasa lebih ramai, en ala-ala Tiongkok bgt yang super padat penduduk 😅

Kedua-nya sama-sama sukses menggambarkan apa yang lagi IN di dunia pada masa-masa itu.

Seperti versi Japan yang ada menyebut band The Beatles.

Dan versi Tiongkok yang ada menceritakan kisah hidup The King Pop Michael Jackson.

Lain waktu, qt akan diperlihatkan ‘budaya’ yang mungkin masih agak tabu dibicarakan, tapi nyata.

Seperti di salah satu kisah versi Japan, menceritakan anak SMA yang bunuh diri dengan meloncat dari atap gedung karena putus asa pada nasibnya, tapi syukurlah dia berhasil selamat.

Atau di salah satu kisah versi Tiongkok, dimana seorang kepala rumah tangga yang berhutang kepada rentenir, hingga gak sanggup bayar dan memilih untuk bunuh diri. Sayangnya, dalam kisah ini, dia meninggal 😢

Untuk versi Japan, karena era 80an, dimana masih ada senjang sosial dan perbedaan kasta, Mr Namiya yang tadinya saling mencintai dengan anak majikannya, akhirnya memilih untuk mundur, dan menikah dengan orang lain.

Meskipun begitu, Mr Namiya tetap sangat mencintai istrinya. Dan saat istrinya meninggal dunia, beliau tetap setia tak menikah lagi sampai akhir hayatnya.

Dan untuk versi Tiongkok, Mr Namiya juga diceritakan sama. Saling mencintai, tapi tak direstui ortu si cewek.

Dan akhirnya, mereka memilih berpisah, tapi masing-masing tak pernah menikah hingga mereka meninggalkan dunia 😢

Siapa tokoh sang kekasih Mr Namiya nie? Tentu ada hubungannya dengan MIRACLE di Toko Kelontong Namiya 😊

Kisah-kisah di film Namiya ini, berkisar di seputar surat-menyurat. Yang meskipun gak zaman lagi di tahun milenial nie, tapi bagi qlian yang sempat merasakan masa-masa berkirim surat, rasanya bener-bener bikin nostalgia bgt 🥰

Memang zaman now, terasa lebih mudah tuk berkomunikasi. Tinggal buka hp, selesai…

Tapi bagi q, tetap ada sesuatu yang ‘magic’ saat menulis di kertas surat. Kek beda aja gitu 😁

Dan perasaan menunggu balasan tu, rasa-nya seperti jatuh cinta gitu, alias deg-deg an gimanaaa gitu. H2C bgt lah 😅

Anak-anak zaman now, mana tahu perasaan nie, en gak bakal paham 😅

Well, pastinya, nie film bakal membuka mata qt akan masalah dan solusi yang akan qt pilih…

Tentu saja, kadang kala qt merasa butuh saran dari orang lain.

Tapi pada kenyataannya, qt juga yang akan menentukan nasib hidup qt sendiri, yang tentunya tetap butuh perjuangan dan ‘miracle’ dari Tuhan 😊

Akhir kata (cieeee, berasa kek nulis surat 😋)

Aq akan kasih surat terakhir yang ditulis Mr Namiya versi original…

“Kertas kosong ini, mungkin itu menggambarkan pikiranmu saat ini.

Kamu tidak bisa melihat ke mana arah hidupmu sekarang.

Tapi tolong jangan putus asa.

Jangan hilang harapan.

Masa depanmu, kertas putih yang kosong.

Masa depanmu, adalah tergantung kamu menulisnya.

Semua tergantung dengan apa yang kamu lakukan.

Kamu bebas untuk melakukan apapun, kemungkinannya tanpa batas.

Semoga kamu akan membuat setiap hari dalam hidupmu, berharga.

Menjalani hidup dengan sungguh-sungguh…”

Terima kasih banyak,

Toko Kelontong Namiya

🥺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s