YOU ARE THE APLLE OF MY EYE and ALWAYS…

Kalo qlian baca judulnya, seolah-olah gw mau nge-ngombal 😅

But NO, guys… Ini adalah 2 judul film yang berbeda.

Yang pengen q bahas, karena 2 film ini berasal dari 2 negara yang berbeda, tapi sama-sama di-remake oleh film Japan…

Tentu aq gak pengen ceritakan detail sinopsis-nya. Udah banyak yang bahas, karena 2 film ini, bukan film baru.

Yang pengen q bahas, adalah antara remake dan original-nya.

Mana yang lebih menarik?

Aq gak bicara tentang ‘bagus’ yak. Karena dua-duanya pasti bagus 😊👍

Tapi, mana yang lebih meninggalkan kesan buat q, setelah selesai ditonton???

Well, mari qt bahas… 😊

Yang pertama yang pengen aq bahas, adalah film YOU ARE MY APPLE OF MY EYE.

Film original-nya berasal dari Taiwan.

Dah lama bo! Tahun 2011…

Nie film diangkat dari novel karangan Giddens Ko, yang terbit pertama kali tahun 2006.

Seperti best seller novel-nya, film-nya pun ternyata berhasil jadi Box Office.

Tidak hanya di negara asal-nya, tapi juga di seluruh negara Asia, termasuk negeri qt tercinta…

Cieeee…

Film yang bisa dibilang, the first menceritakan tipe film NOT Happy Ending but NOT Sad Ending.

Alias, film yang dimana ending-nya, 2 tokoh utamanya gak bersatu, tapi juga bukan ditutup dengan kesedihan.

Film dengan tema unik sih… Jarang-jarang kan film romansa remaja yang ending-nya kek gini 😅

Mungkin karena itu, film-nya jadi terasa beda. Gak kek film remaja lain yang biasanya kebanyakan REAL Happy Ending or REAL Sad Ending…

Cuma mungkin, aq pribadi, bukan salah satu fans berat nie film 😅

Bukan karena ending-nya sih…

Tapi mungkin lebih ke alur sepanjang cerita. Yang aq rasa terlalu vulgar, en bagi yang udah nonton, you know what I means laaahhh… ðŸĪŠ

Tapi tetap banyak yang sukak kan? Buktinya nie film dah jadi legend 😁👍

Meski aq, laen sendiri 😅

Dan karena aq gak terlalu ninggalin kesan WOW, setelah menontonnya, aq langsung hapus file tu film dari laptop 😅🙏

Biasanya, film yang q anggap berkesan, tetap q simpan.

Yang artinya, suatu saat, aq mungkin bakal nonton lagi.

Atau, aq berniat bagiin tu film, karena berbagi sesuatu yang di sukak itu adalah sesuatu yang bikin aq ikut hepi 😊👍

Jadilah, karena tu film yang meskipun dielu-elukan, tapi langsung ilang dari my laptop 😅

Sorry for that… 😂

Lantas, gimana dengan remake-nya???

Okeh, remake-nya dibuat tahun 2018. Lumayan lama jaraknya dari versi original. Yang bisa dibilang, aq udah agak lupa jalan ceritanya dulu 😅

Dan menurut q sih, aq lebih sukak versi remake-nya.

Meskipun mungkin terasa kurang detail ya. Terutama untuk perkembangan karakter 2 tokoh utamanya.

Misal, gimana mereka yang tadinya biasa aja, bisa saling jatuh cinta.

Untuk karakter acting, ya lebih the best versi original.

Versi remake, agak canggung, q rasa. Acting-nya kurang lepas, atau kurang natural.

Syukurlah ada Yuki Yamada yang bisa menghidupkan ‘acting’ versi remake.

YUKI YAMADA getho loch!!! 😍👍👍👍

Jam terbang-nya tentu beda, yang sayangnya terasa jomplang dengan acting tokoh utama cewek-nya.

Malah acting HONOKA MATSUMOTO yang berperan sebagai sohib-nya si tokoh utama cewek, jauh lebih ‘hidup’.

Yang buat aq malah lebih pengen nge-ship tokoh utama cowok dengan dia 😅ðŸĪĢ

Cuma mereka ber2 yang acting-nya santuy, lepas, en natural…

Jadi pengen liat mereka maen film bareng sebagai tokoh utama 😁

Trus gimana suasananya???

Sebenarnya, versi remake tetap disesuaikan dengan kondisi budaya negara masing-masing.

Hanya saja, dari yang q lihat, versi remake tetap memasukkan beberapa hal tentang ‘chinese’.

Yang q pikir, seharusnya gak usah. Karena jadi terasa aneh 🙄

Tapi terlepas dari itu semua, aq tetap merasa lebih nyaman menonton versi remake, daripada original.

Seandainya aja, tokoh cewek-nya dibuat gak terlalu cool atau pemalu. Supaya jangan terkesan kaku.

Ya gak siiihhh???

Atau adegan menerbangkan lampion, yang bisa diubah jadi melarutkan kertas yang bertuliskan impian, di sungai. Kalo gak salah, ada budaya di Jepang yang seperti ini.

Jadi q pikir, me-remake sebuah film yang beda negara, disesuaikan aja dengan budaya negara masing-masing.

Adegannya gak perlu persis sama kan?

Yang penting gak sampe mengubah abis alur cerita.

Itu arti remake, bukan???

Satu lagi…

Seharusnya, pas adegan gempa bumi di versi original, bisa diganti dengan kejadian tsunami besar di Japan.

Jadi bisa menceritakan kejadian bencana alam besar, yang memang benar-benar terjadi di negara masing-masing.

Meski di-remake, nuansa rasa ‘budaya’ yang jadi pembeda-nya, seharusnya masih terasa.

En nantinya malah bakal bisa jadi ‘film remake rasa original’, bukan???

Sayangnya, itu tidak terjadi…

Tapi sekali lagi, dengan sori-sori dori mori, jika disuruh menonton ulang, aq lebih memilih menonton ulang versi remake daripada original 😅🙏

Beda, tak apa bukan??? 😋

Ah ya, bagi qlian yang nonton versi remake, jangan kaget lihat ke’gilak’an Yuki Yamada yang berani bgt acting ‘nekad’ ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

Terlepas dari itu, percaya ato enggak, Yuki Yamada masih tetap cocok acting jadi anak SMU, di saat dia sudah berumur 28 saat syuting tu film 😅😅😅

Forever Young yach… 😁👍

Btw, mungkin banyak yang mikir, apa sih arti APPLE of my eye???

Nah, aq sendiri dulu juga gak paham apa maksudnya. Tapi gak berniat cari tahu juga sih… 😅

En ntah memang kebetulan atau apa, sekian tahun the next, akhirnya aq paham apa artinya setelah nonton drama Korea berjudul Ms Hammurabi yang dibintangi Go Ara.

Dimana tokoh utama cowoknya yang diperanin si ganteng pake bgt, L 😋 yang menyanyikan lagu berjudul “You Are The Apple of My Eye”, sambil menjelaskan artinya.

Jadi ini diambil dari pepatah orang Amerika, yang menganggap pupil mata tu sepeti buah Apel.

Bulat gitu, kan?

En di saat seseorang melihat orang lain, maka wajah yang dilihatnya-lah yang tergambar di pupil mata-nya, seperti sebuah cermin…

Seolah-olah, wajah orang yang dipandangnya, akan tersimpan di dalam pupil mata-nya ðŸĨ°

Sesuatu yang terkesan romantis ya 😊👍

Karena itulah, kalimat ini sering dijadikan ‘bualan’ saat seseorang naksir orang lain. Termasuk dijadikan judul lagu & film romantis 😉

Owkeh, cukup udah qt bahas nie film.

En sekarang, qt akan bahas film remake berikutnya, berjudul ALWAYS.

Film original-nya berasal dari Korea Selatan, dibuat tahun 2011.

Sama-an tayangnya dengan versi original film You Are The Apple of My Eye, kan?

Makanya q bahas bareng… 😁

Kalo lihat 2 tokoh utamanya, qlian yang fans drakor dari tahun 2000-an, pasti kenal bgt.

Yapz, mereka adalah…

Tokoh ceweknya diperanin HAN HYO JOO,

Yang pernah maen drakor, Spring Waltz, Brilliant Legacy, W, dan yang terbaru adalah Happiness.

Kalo film, dia maen Love 911, The Beauty Inside, dan Golden Slumber.

Tokoh cowoknya diperanin SO JI SUB,

Yang pernah maen drakor, Memories of Bali, Sorry I Love You, dan Oh My Venus.

Kalo film, dia maen The Battleship Island dan Be With You.

Untuk acting-nya, udah-lah ya, mereka ber2 mah The Best. Jempole pokoke 😁👍

Tapi ya tentu saja karena tokoh utamanya yang terlihat dewasa, jadi ada adegan dewasanya juga, meskipun masih tahap biase… 😅

Aq udah lama bgt nonton nie film, sampe udah lupa jalan ceritanya 😅

En, meskipun nie film masuk dalam daftar film laris di KorSel, lagi-lagi bukan film yang bertahan lama di my laptop, alias langsung aq hapus setelah ditonton 😅

Egein, sorry for that 😅🙏

Trus, gimana dengan versi remake-nya?

Versi remake-nya dibuat tahun 2020 dengan judul YOUR EYES TELL.

Lumayan jauh juga jaraknya dibandingkan versi original-nya.

En, meskipun aq udah lama tahu kalo nie film di-remake, tapi aq justru baru nonton film remake-nya di tahun 2022 😅

Why???

Mungkin karena merasa film original-nya biasa aja, jadinya aq gak terlalu minat tuk nonton film remake-nya.

Tapi pada akhirnya, aq nonton juga, karena tokoh utamanya 😅

Yang jadi tokoh utama ceweknya, YURIKO YOSHITAKA. Aq sukak acting-nya. Slalu keren dan bisa menghidupkan peran-perannya.

Udah nonton dorama Ms Justice dan Dangerous Venus???

TOP BGT- lah pokoke… 😊👍

Gimana dengan tokoh utama cowoknya??

Tokohnya diperankan RYUSEI YOKOHAMA ðŸĨ°

Aq pertama kali lihat acting nie cowok, di film Ani Tomo. Yang waktu tu, aq ngerasa acting-nya biasa aja sih. Gak bikin WEW.

Makanya pas tahu dia yang jadi tokoh utama cowoknya, yo aq malas nonton ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

But, di kemudian hari, aq gak sengaja nonton dorama en film yang dimainkan Ryusei.

Dorama-nya Cursed in Love dan Why I Dress Up for Love, nie cowok udah kelihatan dewasa en ganteng bgt ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

Kalo filmnya, We Are dan L-DK, bener-bener nunjukin khas anak remaja yang ganteng-ganteng Bad Boy 😋

Eeennn Soooooo…

Gilak dech, gw jatuh cintrong bgt sama nie cowok ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

Benci jadi Cinta dunks ðŸĪŠ

Meskipun gak ‘benci’ juga kaleee… 😅

Yeah, gegara sukak sama acting-nya yang sangat natural (sampe kek gak acting 😅), akhirnya aq tertarik tuk nonton remake film Always nie 😊

Kenapa aq menggabung bahasan 2 film ini dalam 1 blog???

Karena 2 film nie, yang akhirnya, aq malah lebih sukak versi remake daripada versi original-nya 😅

Terutama film remake Always nie. THE BEST bgt-lah pokoke… 😍👍👍👍

Tentu saja, hampir banyak adegan versi remake, diambil plek dari versi original-nya.

Meskipun begitu, nuansanya tetap terasa Japan.

Disitu THE BEST-nya 😊👍

Jika belum pernah nonton versi original-nya, qt gak merasa kalo nie film adalah versi remake.

Tetap ada beberapa adegan yang dibuat beda dari original-nya. Tapi gak sampe mengubah asli jalan ceritanya.

Justru malah membuat nie film jadi ‘film remake rasa original’ 😊👍

Dari segi acting, juara bgt!!!

Dari segi alur cerita, juara bgt!!!

Dari segi suasana, juara bgt!!!

Terasa sangat Japan, meskipun ada beberapa musik melow yang buat aq merasa seperti nonton drakor 😅

Tapi cuma itu koq 😁

Lainnya, tetap OK BGT!!! 😊👍👍👍

Ah ya, kalo tadi qt bahas forever young-nya Yuki Yamada,

Tuk film Always nie, Yuriko Yoshitaka aslinya lebih tua 8 tahun daripada Ryusei Yokohama.

En di filmnya sendiri, tokoh cowoknya diceritakan memang berumur 24 tahun, sama seperti umur Ryusei saat maen tu film.

Meskipun tokoh ceweknya gak diceritakan berumur berapa, tapi sepertinya memang diceritakan lebih tua dari tokoh cowoknya.

But, Yuriko Yoshitaka tetap terlihat forever young, en tetap cocok jika bersanding dengan Ryusei Yokohama ðŸĨ°ðŸ‘

Asik memang punya wajah baby face ini yach 😅👍

Okeh, back to movie…

Bagi qlian penggemar drakor, pasti faham bgt betapa drakor slalu bisa bikin netes air mata 😅

Anehnya, aq malah gak netes air mata pas nonton versi original-nya yang dari KorSel.

Aq justru netesin air mata pas nonton versi remake-nya 😅

Koq bisa sich???

Yeah, bisa dibilang, versi remake film ALWAYS lebih berhasil dibandingkan versi remake film YOU ARE THE APPLE OF MY EYE…

So, aq recomended bgt untuk nonton film ALWAYS dari Japan 😊

Tapi bagi yang pengen lihat acting gilak plus keren Yuki Yamada, film YOU ARE THE APPLE OF MY EYE tetap menarik untuk ditonton 😊👍

Akhir kata,

REMAKE adalah sesuatu yang bisa jadi membuat ‘lebih’ atau ‘kurang’ dibandingkan ORIGINAL.

Semua tergantung pada pembuatannya, dan sudut pandang yang melihatnya.

Sama seperti sebuah lukisan. Yang terkadang, plagiat itu bisa jadi sesuatu yang ‘hina’.

Tapi di satu sisi, sesorang bisa membuat versi baru yang lebih baik. Karena membuat yang kedua, terkadang bisa menutupi hal yang salah dari pembuatan yang pertama.

RIGHT or NOT???

😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s