HIDUP NYAMAN vs DEMO

Baru-baru ini, negeri q sedang dapat kabar ‘duka’…

Setelah minyak goreng yang tetiba ngumpet saat dapat harga subsidi. Kemudian tetiba nongol setelah dapat kenaikan harga 🙄

Jujur, gw baru tahu, kalo minyak goreng tu, ternyata bisa maen Hide en Seek juga yach…

And the next, pajak naik jadi titik-titik % ðŸ˜ą

Owkeh, bagi kaum sultan, kaum gaji yang bisa naik, kaum gaji dengan standar cukup. Pastilah tak mengganggu hidup mereka.

Mereka masih tetap bisa HIDUP NYAMAN, dalam arti kata dapur masih ngepul sampai bottom masih bisa duduk nongki di cafe…

Lantas, bagaimana mereka yang dari kaum gaji pas-pas an sampai kaum gaji glundung-glundung bak jalan di jalan batu belon ber-aspal???

Mereka yang mewakili kaum inilah, yang kini turun ke jalan atas nama DEMO untuk keadilan…

Bahkan dalam kondisi cuaca super hot, plus puasa. Ruar biasa 👍

Padahal bisa jadi, mereka yang berdemo, sambil bawa hape apel digigit…

Atau, mereka berasal dari kaum yang dohitnya tak berseri di ei ti em …

Atau sebenarnya mereka bahkan tak peduli sama sekali dengan kondisi negeri ini karena tak ada ngaruhnya sama hidup mereka…

Tapi atas nama solidaritas, prihatin, peduli, mereka berkumpul turun ke jalan, mewakili mereka-mereka yang sebenarnya tertindas, namun tak punya akses untuk meneriakkan jeritan hidup mereka…

Wahai mahasiswa,

Aq tahu, suara qlian, bisa jadi tetap tak terdengar…

Aq tahu, kuliah qlian, bisa jadi terancam…

Dan aq tahu, nyawa qlian, bisa jadi hilang…

Atas nama KEADILAN, aq mendoakan dan mendukungmu,

Semoga saja suatu saat nanti, dunia ini tak hanya diisi kaum-kaum HIDUP NYAMAN yang tak perduli pada teriakan DEMO rakyat kecil…

Ramadhan, 2022

Kalo bisa dipersulit, Ngapain dipermudah???!!!

Rasa-rasanya jargon andalan ini sangat tepat disematkan di dunia yang penuh dengan peraturan ini…

Peraturan dibuat, sebenarnya untuk apa sih???

Kenapa sepertinya, justru peraturan itu malah terasa mempersulit?

Kenapa justru banyak orang yang melanggar peraturan?

Ataukah peraturan dibuat, memang untuk dilanggar???

Ok, aq kasih contoh pengalaman q…

Aq pernah kehilangan kartu sim hp. Sebut saja, kartu you know lah…

Kartu you know lah ini sebenarnya masih aktif. Hilangnya juga karena tercecer saat hp nya diperbaiki.

Teledeor?

Yeah, memang begitulah kenyataannya…

Gak bisa dipungkiri, manusia memang tempatnya khilaf dan lupa…

Ok, sekarang kartunya sim-nya sudah hilang. Di dalamnya, masih tersisa pulsa yang lumayan banyak. En tu kartu udah lama aq punya. Jadi tentu nomor-nya ingin tetap q pertahankan…

Well, jadilah aq hubungi cs si kartu you know lah lewat akun medsos official site…

Jawaban si cs, peraturannya bawa e ktp, kk, en surat kehilangan dari kepolisian.

Ok, aq segera ke kantor kepolisian. Di sana, aq disuruh ke gerai.

Ok, aq ke gerai…

Di gerai, aq bakal dibuatkan surat pengantar keterangan kehilangan untuk di bawa ke kantor polisi.

Ok, dimana kantor polisi terdekat?

Silahkan balik ke kantor polisi sebelumnya…

FAKE!!!

Itu jarak kantor polisi ke gerai, jauhnya minta ampun…

En gw disuruh bolak-balik sejauh itu, cuma buat kartu gw yang besarnya saupil, yang sebenarnya juga bukan hilang karena dicuri, yang gw sampe sekarang juga gak paham apa gunanya surat keterangan kehilangan dari kepolisian???!!!

Jawab si mb gerai…

INI PROSEDUR!!!

OKKEEEHHH!!!

Sekarang gw mau balik lagi ke pertanyaan gw di awal…

“PERATURAAN DIBUAT, SEBENARNYA UNTUK APA???!!!”

Btw, akhirnya gw percaya, kenapa akhirnya ada pepatah, yang akhirnya bisa jadi jawaban dari pertanyaan gw ini,

“PERATURAN DIBUAT, UNTUK DILANGGAR…”

MUHAMMAD KASIM ARIFIN vs ANAK MEDSOS

Mungkin sudah banyak artikel yang membahas siapa MUHAMMAD KASIM ARIFIN.

Beliau adalah alumni Mahasiswa IPB, yang ‘harus’ menunggu 15 tahun untuk berstatus alumni.

Sahabat Bapak Taufik Ismail ini adalah manusia langka yang berhasil ditemukan di bumi negeri ini, bahkan dunia ini.

Yang meskipun Beliau hidup di zaman sebelum abad 21, dimana HP masih menjadi milik Doraemon doank 😁 tapi apa yang Beliau lakukan, saya ragu ada yang sanggup meneruskan jiwa Beliau…

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA…

Rasa-rasanya, kalimat yang dulu terasa sangat bangga jika disematkan ke diri seseorang, sekarang sudah tidak berlaku lagi.

Tergantikan,

NO POPULARITY, NO LIFE..

Seolah-olah, semua harus diukur dengan JEMPOL, jika masih ingin hidup di dunia ini.

Jempol yang hadir dari dunia MEDSOS…

Salahkah???

Tidak juga…

Tetap banyak hal baik dari SESUATU yang bernama MEDSOS.

Hanya saja, sesuatu itu kini menjadi kegilaan yang berwujud,

FOLLOWER,

LIKE,

VIRAL,

Dkk…

Tak peduli apapun, pokoknya KLIK…

Apakah dengan cara mempermalukan diri,

Apakah dengan cara membongkar ntah aib siapa,

Apakah dengan cara menghina segala sesuatu,

Apakah dengan cara memamerkan apapun,

Apakah dengan cara mencari musuh,

Apakah dengan cara mencari pasukan pendukung,

Apakah dengan cara menghancurkan orang lain,

Apakah dengan cara menjilat manusia lain,

Apakah,

Apakah,

Apakah,

Yeah, aq aja pusing nulisnya 😅

Ujung-ujungnya sih tetap DOHIT lah yaaaaaa… ðŸĪŠ

Well, jika qlian sudah membaca kisah hidup Bapak Kasim nie, silahkan qlian tengok Mr/Mrs/Miss/Bocil Medsos 😉

Dan berikan kata ‘VS’ di antaranya…

Siapakah yang akan qlian pilih untuk qlian ikuti???

Mari qt sama-sama tersenyum manis sambil menikmati secangkir kopi pahit ðŸĨ°

TREND atau???

Baru-baru ini, aq lumayan sering baca judul berita yang hobi wara-wiri di laman muka mbah GOOG…

Judulnya rata- rata kurang lebih sama, tentang salah satu artis tenar Korea bernama ‘you know lah’ yang mengumumkan pernikahannya dengan sesama aktor.

Sayangnya, bukan masalah pernikahannya yang dielu-elukan beritanya. Tapi MBA-nya. Alias, hamil duluan sebelum nikah…

🙄

Ya terserah mereka sebetulnya. Mau nikah kek, hamil duluan kek, ato apalah itu. Semua adalah hak mereka.

Masalahnya, koq deterjen wkwkwk land, kek muja-muja bgt akan MBA-nya???

🙄

Aq merasa bingung aja sih…

Bukannya itu sesuatu yang sebetulnya memalukan ya?

Atau sekarang sudah tidak memalukan lagi???

Atau sekarang sudah jadi hal yang membanggakan???

Atau sekarang sudah jadi TREND???

Ntahlah…

Pastinya, for now, itu berita masih nongol aja dimana-mana.

Dan si aktris pun tetap slalu dipuja-puja… Mereka yang memuja

😅

For me as the woman,

Syukurlah, jika hamil duluan, dan sang kekasih mau bertanggung jawab untuk menikahi.

Masalahnya, bagaimana jika tidak???

Saya harap, apapun itu yang dilakukan artis-artis idola yang sebenarnya ‘negatif’, semoga tidak menjadi TREND bagi anak-anak wkwkwk land yang saya pikir, masih menjunjung adab malu…

Just my WISH 😊

HOME

Kata ini, mengingatkan q akan 3 hal…

Rumah diri q sendiri…

Rumah orang tua…

Dan,

Rumah Tuhan…

Tulisan ini ada, setelah aq menonton film Korea berjudul I am Home, yang kisahnya sudah q ceritakan di blog q sebelumnya.

Dimana setelah menontonnya film-nya, membuat q banyak berpikir tentang arti hidup…

Arti qt datang ke rumah dunia…

Dan,

Arti qt pulang ke rumah akhirat…

Aq, saat berada dalam home q sendiri, kamar q sendiri…

Saksi akan segala cita-cita dan impian-impian q…

Yang pada akhirnya, lebih banyak yang tidak terwujud daripada yang terwujud…

Yang pada akhirnya, lebih banyak yang berganti daripada yang diharapkan…

Aq, saat berada dalam home orang tua q…

Dimana akhirnya aq memahami pikiran orang tua q yang slama ini berbeda dengan q…

Dimana apa yg q inginkan, sering kali tak sejalan dengan mereka…

Dimana perselisihan dan pertengkaran, slalu terjadi di antara kami…

Namun pada akhirnya, aq tahu, kasih sayang orang tua q tak pernah habis di makan waktu…

Meskipun kini aq dewasa, kasih sayang mereka masih sama seperti saat aq lahir ke bumi ini…

Seperti Doa kepada orang tua, orang tua akan slalu menyayangi anaknya seperti saat anaknya masih kecil…

Sesuatu yang dulu q pikirkan, apakah artinya, orang tua akan berkurang kasih sayangnya saat anaknya dewasa karena slalu ada salah paham?

Tidak!!!

Itulah kenyataannya…

Kasih sayang orang tua masih sama…

Qt akan slalu jadi anak kecil orang tua qt …

Qt lah yang berubah saat dewasa, karena punya pola pikir dan pandang sendiri dalam hidup…

Perbedaan zaman dan waktu-lah yang membedakan antara qt dan orang tua qt…

Tapi itu tidak akan pernah mengubah kasih sayang mereka kepada anak-anaknya…

Lantas, mengapa rasa sayang anak-anaknya yang berubah???

Aq saat berada dalam home Tuhan,

Rumah yang hingga saat ini, belum bisa q datangi…

Rumah yang membuat q takut, apakah aq bisa masuk ke dalamnya,

Ataukah aq akan begitu sulit untuk ke sana, karena dosa-dosa q???

Rumah yang begitu dinantikan semua manusia, namun begitu penuh misteri untuk dibayangkan keberadaannya sekarang…

3 rumah yang senantiasa menunggu q untuk pulang…

Pulang ke rumah yang sesungguhnya…

Seperti HOME…

WAR

Dalam bentuk dan keadaan apapun, WAR adalah sebuah kata yang slalu membawa penderitaan dan kesedihan…

Perang Dunia I

Perang Dunia II

Perang di Negeriku Indonesia

Perang di negeri-negeri lain

Perang di Palestina yang ntah kapan berakhir

Perang antar suku, ras, agama… SARA

Perang yang begitu mudah menyambil nyawa manusia, seolah-olah mereka yang membuat nyawa itu sendiri…

Kehilangan keluarga, anggota tubuh, harta benda…

Apa yang didapat dalam perang???

Kekuasaan???

Tak ada yang benar-benar menang dalam perang…

Setelah itu, apa???

Kekayaan???

Tak ada yang benar kaya dalam perang…

Aq hanya melihat adanya keegoisan dalam perang…

Keegoisan manusia serakah. Seolah-olah mereka akan hidup selamanya…

Seolah-olah setelah merasa mampu menghancurkan sesuatu, mereka akan menjadi Tuhan…

Berkali-kali aq menonton film bertema perang. Kebanyakan mengangkat kisah Perang Dunia II.

Perang yang didasari keegoisan & keserakahan suatu negara…

Uni Sovyet

Sekutu

Jepang

Jerman

Namun dari semua ini, mereka lupa, imbasnya di masa depan. Saat perang tak lagi dianggap seperti Perang Dunia II…

Apakah sesungguhnya perang benar-benar sudah berakhir di saat ini???

Bagaimana dengan keadaan di Timur Tengah???

Palestina???

Begitu banyak film dengan gambaran kesadisan  NAZI terhadap Yahudi…

Begitu banyak simpati kepada korban Holocaust..

Begitu banyak pembela Yahudi dan pembenci NAZI…

Tapi dimana mereka saat Yahudi menjajah Palestina???

Tapi dimana mereka saat Yahudi membantai warga Palestina???

Tapi dimana mereka saat Yahudi menghapuskan negara Palestina dari muka bumi???

Dimana mereka???

Apa salah Palestina???

Merekakah yang menjajah Yahudi???

Merekakah yang membantai Yahudi dengan Holocaust?

Merekakah yang mengusir Yahudi dari negeri mereka???

Jika saja mereka mau membuka sedikit saja mata hati mereka…

Apa yang mereka rasakan saat menyakiti seseorang???

Apa yang mereka rasakan saat membunuh seseorang???

Apakah kebahagiaan???

Bagaimana dengan negeriku???

Apakah sudah benar-benar merdeka???

Apakah arti merdeka sesungguhnya???

Bebas perang???

Benarkah negeriku sudah benar-benar bebas perang???

Kenapa aq masih melihat adanya penderitaan???

Kenapa aq masih melihat adanya kesedihan???

Kenapa aq masih melihat adanya keegoisan & keserakahan???

Apakah inilah sifat manusia sesungguhnya???

Hanya Tuhan Yang Tahu