I am Home…

Dari judulnya aja, udah bikin qt nostalgia. Aq sih, lebih tepatnya… He 😁

Seolah-olah kata ‘home’, slalu identik dengan masa lalu, masa kecil, dan tentunya orang tua…

Hiks, ntah napa, tetiba jadi netes air mata πŸ₯Ί

Berkisah tentang Eun Seo, cewek sekitar umur 20an akhir. Yang udah merasa gak betah sama tempat tinggalnya sekarang, jadi pengen pindah…

Tipe cewek yang sibuk bekerja, en gak da waktu luang tuk punya pacar, apalagi pulang ke rumah ortu…

Kek agak berjarak gitulah sama keluarganya yang memang gak tinggal di kota yang sama dengannya…

Tipikal orang-orang Seoul…

Di awal cerita, Eun Seo dipanggil ibunya tuk pulang ke rumah. Di sana udah ada keluarga kakaknya.

Eun Seo kaget, karena kakaknya sedang hamil anak ketiga. Sangking dia lama bgt gak ketemu keluarganya. Padahal kakaknya malah udah mau melahirkan.

Saat keluarganya makan bersama, semua kek nampak bahagia. Ayah, Ibu, dan keluarga kakaknya. Cuma Eun Seo yang berwajah muram.

Q pikir, nie anak napa segitu amat sama keluarganya ya???

Malamnya, Ibunya Eun Seo memberikan tas milik ibunya untuk Eun Seo. Gegara liat anaknya datang, cuma pake tas belanja kertas πŸ˜…

Tentu saja Eun Seo masih menunjukkan wajah tak bahagia ke ibunya… πŸ˜”

Esoknyanya, ada acara pernikahan sederhana di rumah ibunya.

Hmmmmmm, lumayan aneh gw lihatnya. Moso lah orang tuanya nikah lagi???

Ternyata eh ternyata, ibunya Eun Seo yang nikah untuk kedua kalinya.

Soooooo, itu ternyata bapak tirinya… πŸ˜…

Pantesaaannn Eun Seon berwajah gak bahagia…

Untuk selanjutnya, ada perbincangan antara ibu, Eun Seo, en kakaknya di ruang tunggu bandara.

Yang intinya, ibu dan kakaknya mang memilih untuk meninggalkan ayahnya. Dan slama ini gak saling berhubungan lagi.

Hanya Eun Seo yang masih ada hubungan dengan ayahnya. Meski katanya, udah lama juga gak hubungi ayahnya…

Sepulang dari rumah ibunya, Eun Seo kehilangan kunci rumahnya.

Gak lama ada adegan Eun Seo akhirnya memanggil tukang kunci untuk membuka pintu apartemennya. Yang tak lain adalah, yeah, ayahnya…

Seperti yang qt lihat, mereka mang nampak canggung. Ayahnya bahkan gak bicara waktu Eun Seo menyapanya… πŸ˜”

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ayahnya Eun Seo memasukkan tas anaknya yang tertinggal di luar. Ini tas yang diberikan ibunya saat Eun Seo berada di rumah ibunya sebelumnya.

Ayahnya sempat memandang tasnya. Tapi kemudian dia langsung pergi tanpa pamit ke anaknya.

Ayah yang dingin… He…

Tibalah hari dimana Eun Seo harus ninggalin apartemennya, karena masa tinggalnya udah habis.

Mau gak mau, Eun Seo harus meninggalkan tempat itu, meskipun ia belum menemukan tempat tinggal baru.

Sebetulnya, Eun Seo udah nyari rumah kemana-mana. Tapi rasanya koq gak ada yang sreg.

Sampe agen real estate-nya nyerah.

Dan karena Eun Seo gak punya tempat tinggal, akhirnya Eun Seo mendatangi rumah ayahnya yang tinggal sendiri.

Untuk sementara, sampe dia nemu tempat tinggal yang cocok buat dia…

Kemudian ada adegan, ayahnya Eun Seo beli handuk warna pink.

Dari sini qt bisa lihat, kalo sebetulnya, ayahnya Eun Seo hepi bgt anaknya pulang ke rumah.

Ya kalo gak, dia pasti gak peduli… He

Saat Eun Seo sampe di rumah ayahnya, ayahnya sedang keluar, bekerja.

Eun Seo melihat-lihat rumah masa kecilnya, yang gak ada perubahan sama sekali dari terakhir dia tinggalkan.

Rumah itu kesannya suram. Dan gelap…

Eun Seo melihat tanggalan lama, ntah dari tahun berapa, bergambar pulau yang dikelilingi laut biru, tergantung di kamar ayahnya yang gelap karena gak ada jendela…

Saat ayahnya pulang, dan mau bantu anaknya bongkar barang, Eun Seo melarangnya.

Alasannya, karena katanya dia mau tinggal sementara aja…

Aq jadi merasa kasihan bgt gitu lihat ayahnya… 😟

Ayahnya mengajaknya untuk makan malam bersama.

Dia sudah ambilkan nasi untuk anaknya, tapi anaknya bilang dari kamarnya, kalo pengen makan makanan Tionghoa aja.

Jadinya ayahnya balikin nasinya lagi ke rice cooker, en mesan makanan Tionghoa…

Poor Appah… πŸ₯Ί

Ada adegan ayahnya adukkan mie dengan kuahnya, en mau kasih anaknya.

Tapi anaknya malah gak peduli, ngambil mie lain, en sibuk aduk sendiri mie-nya…

Di sini qt bisa lihat, betapa sebetulnya ayah slalu akan jadi ayah sekalipun anaknya udah besar… πŸ₯Ί

Adegan ini, udah bikin nie mata berkaca-kaca… πŸ₯Ί

Walaupun akhirnya Eun Seo tahu, kalo ayahnya ternyata udah masak untuknya sebelumnya, dan Eun Seo jadi merasa bersalah…

Salah paham yang always terjadi yach… πŸ˜”

Eun Seo kerja di Seoul, dan ayahnya tinggal di Incheon.

Jadi Eun Seo harus naik kereta, baru taxi untuk sampe rumah ayahnya.

Tapi sesampainya di stasiun Incheon, ternyata ayahnya udah nungguin dia. Jemputin dia pake mobil…

Sampe tetidur ayahnya duduk nungguin dia di stasiun Incheon…

Ayahnya sengaja menjemput Eun Seo, karena tahu anaknya pasti capek sepulang kerja.

Lebih baik anaknya tertidur di mobilnya daripada di taxi…

Oh ayah… 😭😭😭

Besoknya, ayah Eun Seo belanja ke pasar. Beli banyak kubis untuk bikin kimchi…

Terharu eh lihatnya… πŸ₯Ί

Nampak bgt kalo ayahnya nie nyambut bgt anaknya datang ke rumahnya… πŸ₯Ί

Meski hubungan Eun Seo masih tetap canggung dengan ayahnya… πŸ˜”

Sampai suatu waktu, ayahnya dipanggil karena diminta tolong rekan kerjanya sesama tukang kunci, yang masih muda, karena ia tak berhasil membuka kunci brankas seorang pelanggan.

Karena gak sedang kerja, Eun Seo ikut ayahnya ke tempat ayahnya dipanggil.

Ini sepertinya pertama kalinya ia lihat ayahnya bekerja.

Si tukang kunci yang masih muda juga baru pertama kali ketemu Eun Seo.

Dia cerita, kalo ayahnya Eun Seo sering cerita tentang Eun Seo yang bekerja di koran Seoul dengan bangga.

Yeon Seo agak kaget dengarnya…

Terlebih lagi, pas dia lihat ayahnya berhasil membuka tu kunci pintu brankas.

Dia akhirnya ikut merasa bangga karena merasa ayahnya sangat keren…

Heeeeee… πŸ˜…

Selanjutnya, hubungan Eun Seo dan ayahnya, terlihat nampak mulai membaik…

Dia bahkan belajar cara membuka kunci dengan ayahnya.

Nampak sekali kalo mereka kelihatan bahagia.

Eun Seo nampak lebih ceria. Dan ayahnya juga nampak lebih ramah 😁

Ntah napa, aq ikutan hepi lihat adegan ini 😊

Eun Seo bahkan akhirnya mengeluarkan baju-bajunya dari kardus. Dan menggantungnya di kamarnya.

Dia juga mulai ngepel en bersih-bersih rumah…

Nampak sih, kek-nya dia mulai senang tinggal sama ayahnya.

En kek-nya gak jadi cari tempat tinggal baru…

Apalagi pas dia bersih-bersih kamar ayahnya, dia lihat foto-foto keluarga dan foto-foto dirinya saat lulus sma dan saat lulus kuliah, yang ternyata masih di simpan rapi ayahnya…

πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Suatu hari, kakak Eun Seo, mengirim sekardus ramen ke tempat tinggal Eun Seo yang lama. Coz si kakak gak tahu, kalo Eun Seo udah pindah ke rumah ayahnya…

Saat makan mie ramen bersama ayahnya, ayahnya mulai bersuara keras sewaktu Eun Seo menyinggung soal kakaknya…

Dari sini, qt akhirnya tahu, kehidupan masa lalu keluarga mereka…

Ayahnya marah besar saat kakaknya kabur dari rumah karena hamil di luar nikah…

Kakaknya bahkan diam-diam menikah, tanpa mengundang ayahnya.

Dan itu bener-bener sangat bikin sakit hati ayahnya… πŸ˜”

Itulah kenapa akhirnya hubungan kakaknya en ayahnya jadi renggang, bahkan sampai sekarang… πŸ˜”

Hingga suatu hari, sang ayah dipanggil polisi untuk diminta tolong membukakan kunci pintu sebuah toko handuk.

Tempat ayahnya membeli handuk untuk Eun Seo, sebelumnya…

Di adegan ini, si ayah nampak gugup. Dia bahkan menjatuhkan alat pembuka kunci. Gak seperti ayahnya yang biasanya sangat percaya diri…

Si ayah tetap berhasil membuka tu pintu. Tapi ia berdiri terdiam saat polisi lari masuk dan menemukan nenek penjual handuk yang terbaring di lantai, tak sadar diri…

Atau, ntah mungkin, si nenek sudah meninggal… πŸ˜”

Saat Eun Seo sampai di stasiun Incheon, dia heran, mobil ayahnya gak ada di tempat biasa ayahnya parkir seperti setiap kali menjemput dia selama ini.

Sesampai di rumah, rumah juga sepi.

Eun Seo menemukan ayahnya di kamar, nampak mabuk.

Eun Seo menegur ayahnya dengan baik. Tapi si ayah malah teriak-teriak en mulai menyinggung Eun Seo yang gak juga pindah rumah…

Adegan ini sangat sedih 😭

Aq ngerasa, ada sesuatu yang disembunyikan ayahnya…

Tapi aq yakin, ucapan ayahnya tadi bukanlah perkataan ayahnya yang sesungguhnya…

Tak terima diteriaki ayahnya, Eun Seo langsung pergi, sambil membawa tas pemberian ibunya dengan barang seadanya.

Ia pindah ke rumah terakhir yang Eun Seo datangin saat mencari rumah baru.

Rumah yang aq rasa, lebih mirip hotel daripada rumah tempat tinggal…

Suatu hari, ibunya Eun Seo yang sedang berbulan madu keliling kota dengan misua barunya, mampir ke Seoul.

Tentu saja, si misua baru, sengaja meninggalkan istrinya untuk bisa tinggal bersama anaknya.

Ibunya Eun Seo melihat tempat tinggal Eun Seo.

Katanya, “Tempat tinggalmu bagus bgt, tapi tidak tampak seperti rumah”

Yeah, aq juga mikir gitu… He

Malamnya, Eun Seo terbangun melihat ibunya duduk melamun memandang langit malam…

Ibunya pernah bilang, kalo ingin berpergian ke sisi belahan dunia yang lain. Argentina, katanya πŸ˜…

Eun Seo merasa aneh, kenapa ibunya ingin ke sana…

Di sini, qt akhirnya tahu tentang masa lalu ibu dan ayahnya.

Tentang saat mereka baru menikah, dengan kondisi seadanya, hingga tak bisa berbulan madu.

Tapi ayahnya mengajak ibunya makan di warung makan sederhana, ceritanya ng date gitu.

En pulangnya, ayahnya membelikan ibunya sebuah tas dan berjanji kelak akan mengajak ibunya jalan-jalan ke sisi belahan dunia yang lain…

Ternyata, apa yang dilakukakan ibunya sekarang, adalah sesuatu yang dijanjikan ayahnya dulu…

πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Dan pada akhirnya, janji itu memang tak terwujud saat ibunya masih bersama ayahnya…

Dan tas yang dibelikan ayahnya dulu, akhirnya hanya dipakai ibunya untuk kabur dari rumah saat meninggalkan ayahnya…

That’s so sad story… 😭😭😭

Dan tas itu, adalah tas yang kini diberikan ibunya ke Eun Seo 😭😭😭

Eun Seo juga menanyakan, kenapa ayahnya tinggal di kamar yang gak ada jendelanya. Ibunya menjawab, “Karena ayahnya ingin agar ia jangan sampe betah tinggal di rumah itu”

Walaupun pada akhirnya, ayahnya-lah yang masih tinggal di rumah itu, hingga sampe sekarang…

πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Merasa gak enak hati, Eun Seo segera menghubungi nomor hp itu.

Ternyata itu nomor hp tukang kunci yang masih muda, yang dulu pernah dibantu ayahnya karena gak bisa buka kunci pintu brankas.

Eun Seo diantar si tukang kunci muda, dengan mobilnya, untuk menemui ayahnya Eun Seo.

Selama di mobil, si tukang kunci muda bercerita, kalo ayahnya pernah datang ke rumah kakaknya yang tinggal di Iksan.

Lumayan jauh sebetulnya Iksan

En dia juga cerita, kalo ayahnya slalu membanggakan kakaknya Eun Seo yang tinggal di kondomonium bagus di kota Incheon…

Eun Seo cukup kaget mendengarnya. Karena selama ini, dia pikir, ayahnya gak pernah peduli dan masih marah dengan kakaknya… πŸ˜”

Eun Seo ternyata diantar ke rumah sakit.

Yeah, ayahnya ternyata sedang dirawat di rumah sakit.

Ia akan dioperasi. Tapi gak dikasitahu, dia sakit apa…

Seperti biasa, mulai ada percakapan canggung antara Eun Seo saat dia bertemu ayahnya.

Eun Seo merasa kesal, kenapa ayahnya diam saja kalo memang sedang sakit…

Dan ayahnya merasa, dia hanya gak mau merepotkan orang lain…

Hmmmmmm, memang tipikal ayah-ayah…

πŸ™„

Saat Eun Seo sampai di tempat tinggalnya, lagi-lagi dia kehilangan kunci rumahnya…

Karena gak ada tempat yang bisa dia tuju, dia balik ke rumah sakit tempat ayahnya opname.

Tapi sesampai di sana, ayahnya ternyata udah pulang.

Kata perawat di sana, ayahnya sementara pengen nengok rumah sebelum operasi…

Eun Seo akhirnya menemukan ayahnya duduk memandang matahari senja di laut, sambil memotret pesawat terbang yang lewat…

Ada pembicaraan sedih di adegan ini. Saat Eun Seo bertanya, kenapa ayahnya pulang ke rumah, padahal sedang sakit…

Ayahnya bilang, dia mungkin bakal gak bisa pulang ke rumah dalam waktu dekat setelah operasi. Makanya dia pengen nengok rumahnya…

Eun Seo bilang, tu rumah gak bakal juga kemana-mana…

Ayahnya menjawab, “Ya, rumah tak akan kemana-mana. Karena orang-lah yang akan pergi…”

😭😭😭

Adegan ini sungguh sedih…

Dan aq rasa, aq mulai paham apa yang dipikirkan ayahnya Eun Seon… πŸ₯Ί

Eun Seo mulai memahami ayahnya…

Ia juga merasa yakin, ayahnya sebetulnya slalu menyayangi keluarganya… πŸ₯Ί

Saat makan malam bersama ayahnya, Eun Seo sengaja memperlihatkan foto anak-anak kakaknya.

Dan ayahnya nampak senang melihat cucu-cucunya, 2 anak perempuan…

Sama seperi anak-anaknya, 2 anak perempuan πŸ₯Ί

Ayahnya juga memperlihatkan foto kondominium tempat tinggal kakaknya, yang pernah diam-diam dia datangi…

Eun Seo tersenyum melihatnya, dan mengajak ayahnya untuk kapan-kapan datang ke sana… 😊

Saat ayahnya beres-beres pakaian yang akan dia bawa ke rumah sakit, Eun Seo mengajak ayahnya untuk bepergian, sebelum ayahnya dioperasi.

Refresing gitu. Jalan-jalan stumat…

Eun Seo mengajak ayahnya ke Pulau Jeju, ke rumah ibunya Eun Seo, mantan istrinya…

Awalnya ayahnya menolak. Gengsi, he…

Tapi Eun Seo bilang, ibunya gak ada di sana, karena sedang berada di sisi lain dunia… Dan ayahnya terkejut mendengarnya… πŸ₯Ί

Dari sini, qt sebetulnya bisa lihat, kalo ayahnya sebetulnya pengen lihat rumah mantan istrinya… He…

Ayahnya bertanya, “Apakah dari jendela rumah ibunya, bisa melihat laut?” Sambil si ayah memandang kalender lama bergambar pulau dikelilingi laut biru, di kamarnya…

Yeah, akhirnya aq paham, kenapa tu kalender masih nempel di dinding kamarnya, walaupun tahun sudah berganti-ganti… πŸ₯Ί

Sesampainya di Pulau Jeju, ayahnya memandang rumah mantan istrinya yang nampak indah…

Dan wajahnya nampak bahagia… πŸ₯Ί

Eun Seo juga bercerita, kalo rumah itu isinya sangat nyaman dan ibunya bahagia tinggal di sana…

Ayahnya bersyukur mendengar cerita Eun SeoπŸ₯Ί

Adegan ini sungguh sedih… 😭

Dengan diiringi dentingan musik yang menggambarkan masa-masa bahagia penuh kenangan…

Sungguh bikin aq gak bisa berhenti meneteskan air mata… 😭😭😭

Adegan ini ditutup dengan pemandangan matahari senja, yang dilewati sebuah pesawat terbang…

Menggambarkan impian masa lalu ayahnya, yang tak pernah terwujud…

Tapi akhirnya, kini dia bisa mengikhlaskan segalanya…

😭😭😭

Tentu saja, pada akhirnya qt tahu, ayahnya Eun Seo akhirnya ‘pergi’ saat operasi… 😭😭😭

Adegan sedih tanpa kata-kata saat Eun Seo menangis memandang peti jenazah ayahnya untuk terakhir kalinya…

Hanya suara sesenggukan yang terdengar 😭😭😭

Adegannya berikutnya, hanya menampakkan serpihan-serpihan kayu yang berjatuhan di bawah peti jenazah ayahnya…

Hanya Eun Seo yang mengantarkan ayahnya ke tempat peristirahatan terakhir…

Aq masih saja menangis saat menonton nie film… 😭😭😭

Di bis saat pergi mengantarkan jenazah ayahnya, Eun Seo memandang ke luar jendela dengan sedih, sambil memegang jarinya yang diplester…

Dan qt akhirnya tahu, apa yang Eun Seo lakukan pada peti jenazah ayahnya, sebelumnya…

Ya, Eun Seo sengaja membuat lubang dengan jarinya. Lubang agar ada sinar yang masuk ke dalam peti jenazah ayahnya…

Sebagai jendela, agar ayahnya betah di Sana…

😭😭😭

Pada akhirnya, Eun Seo tak jadi pindah rumah…

I am HOME…

Eun Seo-lah yang kini tinggal di rumah ayahnya…

Kembali ke rumah masa kecilnya…

Aq pulang…

Eun Seo duduk makan sendirian.

Makan mie dengan kimchi yang dibuat ayahnya saat Eun Seo pertama kali datang ke rumah ayahnya…

Ia memandangi kamar ayahnya, dan tampak lama memandang kalender lama bergambar pulau dikelilingi laut biru yang terpajang di kamar itu…

Ia akhirnya memahami segala sesuatu tentang ayahnya…

Dan saat ia mengambil kalender itu, Eun Seo pun tersenyum… 😭😭😭

Film ini ditutup dengan apa yang membuat Eun Seo tersenyum…

Ya, sebuah sinar bentuk persegi empat nampak di balik kalender itu…

Yang nampak seperti…

JENDELA…

😭😭😭

Pada akhirnya, qt tahu, ayahnya sebetulnya tak ingin tinggal sendirian…

Dia sangat bahagia saat anaknya, Eun Seo datang ke rumahnya…

Ia beli handuk pink untuk anaknya…

Ia masak untuk menyambut anaknya datang…

Ia menjemput anaknya saat pulang kerja…

Ia masak banyak kimchi untuk anaknya…

Ia tak pernah ingin anaknya mencari rumah baru…

Dan qt tahu, ayahnya sangat ketakutan saat melihat ibu penjual handuk yang tinggal sendirian, yang pada akhirnya tidak ada yang tahu kalo dia meninggal…

Ia tak mau seperti itu…

Meninggal sendiri di rumah, tanpa ada yang tahu..

Ia sungguh sangat sedih dan ketakutan…

Pada akhirnya, tidak ada satupun orang di dunia ini yang ingin sendirian…

Meskipun mungkin nampak baik-baik saja saat sendiri, tapi sebenarnya, itu hanya karena tak punya pilihan selain berusaha bertahan dalam kesendirian…

😭😭😭

Sungguh film yang penuh dengan sarat makna…

Setiap adegan, sangat berarti, sekalipun adegan yang di awal-awal qt rasa bukanlah sesuatu adegan yang penting, ternyata saling terkait…

πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Aq gak tahu, kenapa rating nie film, cuma 5,9 di IMDB. Yang bikin aq ragu tuk download nie film.

Walaupun akhirnya q download juga, tapi cukup lama untuk aq ingin menontonnya…

Memang ini tipe film yang lambat. Gak semua orang suka tipe film kek gini…

Tapi itu karena qt disuruh untuk memahami setiap adegan yang muncul di film ini.

Karena itulah inti dari ceritanya…

Menurut q, nie film sangat bagus bgt.

Tipikal film sederhana, tapi sangat dalem kisah ceritanya…

Sebuah film yang membuat qt untuk kembali meng-instropeksi diri qt terhadap orang tua qt…

πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Qt mungkin slalu berbeda pendapat dengan orang tua qt. Terutama saat qt sudah dewasa.

Mudah untuk salah paham…

Tapi itu hal nyata, karena qt berbeda zaman dengan mereka, dan tentunya juga pasti berbeda pikiran…

Tapi percayalah, tidak ada orang tua yang tidak sayang kepada anaknya…

Kalaupun ada, itu pasti orang tua yang tidak normal…

Qt…

Tak akan mungkin bisa membalas jasa orang tua qt…

Tapi…

Sudahkah qt membahagiakan orang tua qt hari ini???

😭😭😭

I LOVE YOU, MAMA…

I LOVE YOU, BAPAK…

DON’T LEAVE ME ALONE…

😭😭😭

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s